Jumat, 20 Desember 2013

a very late post

ai, selama kamu di sini kamu sudah dapet sesuatu nggak? pelajaran yang bikin kamu ngerasa hidup kamu berubah? - Deny, temanku seangkatan di perkuliahan saat menjengukku sore itu bersama zharfan di hari ke sekian belas aku dirawat inap.

well, jujur ketika itu aku tidak bisa mendapatkan pelajaran karena yang ada di pikiranku hanya sakit ini benar-benar tidak bisa dipercaya, aku merasa sehat, ya setidaknya untuk sekedar dirawat di rumah pun seharusnya tidak masalah -menurutku, mahasiswa Sistem Informasi yang gagal masuk kedokteran- sampai-sampai seringkali aku menanyakan ke dokterkapan boleh pulang dan akhirnya hanya kecewa berat karena belum juga dibolehkan pulang. tapi semua berubah ketika telah mencapai minggu ketiga, aku sudah pasrah, yah sudah lebih tenang dan bisa berpikir agak jernih tentang musibah ini, musibah yang tentu setiap orang miliki dengan bentuk dan level yang berbeda-beda. Sejak itu,aku sangat ingin menuliskan sesuatu, -selain artikel gengsi dan pseudocode tentunya- namun sayang hanya menjadi wacana sampai saat ini, ya, mengenai pelajaran yang aku dapat setelah sembilan belas hari diopname.

memang ada beberapa hal selain nggak menyempatkan waktu untuk sekedar menulis apa yang nantinya mungkin akan aku lupa secara rinci ini, seperti halnya,aku takut nanti tulisan ini malah terkesan seperti curhat dan keluhan karena ya sepertinya kecenderungannya akan begitu ketika seseorang belum banyak jam terbang menulisnya, hanya bisa berharap tidak akan ada yang tersinggung atau merasa terganggu dengan tulisan di tengah kebosanan dan ketidaktahuan akan tugas-tugas perkuliahan yang semakin kejam.

iya, aku mendapatkan sesuatu, it's beyond anyting, it's many thing for me.
suatu hari saat aku diopname, aku mendengar teriakan seorang wanita dari kamar sebelah, wanita itu keluarga dari pasien anak-anak yang dirawat di kamar sebelah, info dari mama, anak itu menderita leukimia dan autisme. she screams loud and trust me, it sounds so pathetic till I wanna cry. Dia berteriak memanggil suster dengan suara yang terdengar begitu menyayat hati, entah itu ibu, kakak, atau siapa pun dari anak itu, aku bisa mendengar kekhawatiran dari suaranya. sampai detik ini, aku tidak pernah lupa suara itu, setiap teringat suaranya aku selalu berpesan pada diriku bahwa sekali pun tidak sempurnanya kita, selalu ada orang-orang di sekitar kita yang begitu menyayangi kita dan tidak ingin melihat kita terluka, baik secara fisik maupun batin. teriakan wanita itu selalu mengingatkanku untuk tidak akan kembali sakit dan harus merepotkan mama dalam menjagaku, melihat apakah infusku berjalan, atau ketika akan habis, bahkan memandikanku. those 19 days make me feel so ashamed, iya malu, aku malu karena tidak bisa berbuat apa-apa sendiri dan harus dibantu, walaupun aku kekeuh mengerjakannya sendiri mama selalu ada dan mencegahku melakukan banyak hal ketika sakit. I hate myself for making her do those many things to me, semakin banyak aku berhutang pada beliau, iya pada mama dan papa, aku berhutang untuk setiap malam yang beliau habiskan saat hamil dan merawatku hingga beranjak dewasa dan bahkan aku menambah hutangku untuk setiap malan yang beliau habiskan tidur di atas tikar lipat saat di rumah sakit. I cried a lot when I was staring at her sleeping deeply, seems like she's so tired. tapi bukan mama memang ketika beliau tidak bisa membesarkan hatiku dan malah berkata "malah enak di sini, mama nggak perlu bersih-bersih rumah, makan juga tinggal beli" this tears me down, she's so precious to me, mengingat aku anak tunggal, ya mungkin memang ini yang disebut kemanjaan anak tunggal. kalau orang bilang anak tunggal pasti dibelikan apapun yang dimau, aku sangat tidak terima dan mengelak, karena sedari kecil ketika aku menginginkan sesuatu aku lebih banyak diam dan menyisihkan dari uang-uang yang diberikan orang tua, karena pun aku tahu materi keluargaku pun bukan di atas rata-rata. tapi untuk perhatian semacam ini, ya mungkin ini tidak bisa dirasakan oleh anak-anak lain yang bukan anak tunggal, I am so blessed being gift a superpatient mom like her.

selain mengenai keluarga, aku mengerti berharganya waktu ketika sehat. kita tentu sering mendengar manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara :

Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau berkata kepada seorang laki-laki untuk menasihatinya :
إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].

dan itu benar-benar menjadi pelajaran ketika aku memiliki 24 jam di rumah sakit,dengan infus yang menancap di tanganmu dan mobilitas yang dilarang terlalu banyak, disitulah kamu akan merasa bahwa sebenarnya 24 jam itu sangat panjang. ketika sehat tentu kita sering merasa, sehari berlangsung begitu cepat, apakah benar 24 jam memang tidak cukup untuk menyelesaikan perkara-perkara dalam hidup kita? coba pikir lagi, apa bukan kita yang tidak bisa mengorganize waktu dengan baik? sering menunda-nunda, mendahulukan yang tidak perlu, atau malah kita terlalu banyak mengambil amanah? think again, trust me 24 hours is enough for doing things right.

another lesson I got when I hospitalized is friendship. ya mungkin agak sulit juga aku menuliskan ini, karena sebenarnya pun aku bukan orang yang memiliki banyak teman dekat, aku memiliki banyak teman, iya banyak, tapi memang tidak terlalu dekat. aku tidak pernah menghindar pada suatu kelompok pertemanan, namun memang tidak juga mendekat. tapi aku mendapat banyak hal mengenai pertemanan saat itu. aku tidak pernah menyangka bahwa begitu banyak orang yang peduli dan mendoakanku ketika aku sakit, sekali pun  jika itu hanya pemanis bibir, namun ucapan tentu adalah doa, tapi aku yakin bahwa teman-temanku tentu ikhlas dan sungguh-sungguh dalam mendoakan, karena setiap mereka silih bergantian datang, setiap wajah dari mereka seperti membawa energi positif bagiku, mereka menularkan semangat yang mereka bawa dari luar bangsal rumah sakit, yang semakin membuatku ingin keluar dan mengikuti mereka untuk kembali beraktifitas. cerita-cerita yang mereka bawa dari kampus, even kadang itu mengenai tugas yang sedikit banyak bikin down juga hehe, itu bikin aku semakin cepat keluar, kembali sehat, dan menyelesaikan tanggung jawabku di luar. rasanya terima kasih saja tidak akan cukup untuk mereka yang menyempatkan waktu dari panas-dan hujan Surabaya yang kala itu tak menentu untuk sekedar menjeguk lima sampai tiga puluh menit, that was priceless to me, mungkin hanya saat aku sakit aku bisa merasakan hal seperti itu, -tapi bukan berarti aku pengen sakit lagi, naudzubillah-. untuk mereka yang tersayang,terima kasih untuk satu per satu berdatangan dan menyemangati lewat media apapun, untuk yang telah mendoakan walau mungkin hanya terucap di hati, segala niat baik, walau hanya sebesar biji sawi pasti akan dibalas oleh-Nya. 

aku pun jadi banyak berterima kasih atas proses pengkaderan yang dialami oleh angkatanku - Basilisk, karena tanpa proses berbulan-bulan itu, mungkin tidak sebesar ini rasa keterikatan kami, bahkan mereka yang tidak terlalu sering berinteraksi saat di kampus pun datang untuk sekedar menanyakan kabar, ini benar-benar sesuatu yang mahal bagiku, semoga sampai kapan pun, ketika satu membutuhkan, kita bisa saling melengkapi ya. :'

satu pesan temanku yang menanyakan pertanyaan di atas ketika aku sakit dan mungkin sudah terlihat desperate adalah : sakit itu proses update kesabaran dan ketabahan ik, kamu harus lulus, dihadapi aja. :')

this is my way too long and very late post, tapi semoga bisa dinikmati dan diambil manfaatnya, bukan sebagai curhatan, kalo mau curhat sih ya mau, tapi ntar deh, belum nemu tema untuk nulisinnya hehe.

thanks for reading.
de AR.

Sabtu, 14 September 2013

membiasakan diri

biasakan melakukan hal yg benar, bukan membenarkan hal yang biasa. - I Komang Deno Wirautama. Ketua HMSI 2011-2012.

quote ini kayanya sederhana, tapi ketika diserapi maknanya langsung bikin aku termenung dan berpikir aku sudah masuk orang yang mana sih? membiasakan yg benar atau membenarkan yang biasa? 
well, setiap orang pasti memiliki kebiasaan baik dan buruknya masing-masing, begitupun aku. walaupun sedikit, tentu tiap orang memiliki kebiasaan melakukan hal yang benar dalam hidupnya, mungkin dengan menaati rambu-rambu lalu lintas, atau membuang sampah pada tempatnya, iya hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya dapat berdampak besar apabila setiap orang mau membiasakan dirinya melakukan hal-hal yang benar. hal yang benar menurut setiap orang mungkin saja relatif, sebetulnya kerelatifan ini sebenarnya dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan sekitar yang mungkin saja membenarkan hal-hal yang mereka anggap sudah biasa, lalu bagaimana cara mengetahui apa saja hal-hal yang benar itu? 
menurutku hal-hal yang benar adalah hal yang tidak melanggar hukum. hukum apa? Menurut KBBI, hukum adalah 1) peraturan atau adat yang dianggap mengikat, pun jenis dari hukum sendiri bermacam-macam, bagi kita yang beragama tentu memiliki hukum agama, sebagai warga negara kita memiliki hukum negara, hukum adat, dll. lalu kenapa masih banyak orang yang melanggar hukum? ya kembali lagi pada kalimat pertama post ini, iya, karena masing-masing dari kita masih melawan kebenaran hukum, kita menganggap hal-hal yang salah itu sebagai hal yang benar karena sudah biasa dilakukan dalam lingkungan masing-masing, kecuali bagi mereka yang benar-benar memiliki pengetahuan yang marginal mengenai hukum, sehingga mereka tidak tahu menahu dan hanya mengikuti apa yang biasa, tapi kita tentu bukan orang yang marginal mengenai hukum bukan? 
mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai saat ini,biasakanlah melakukan hal yang benar bukan membenarkan hal yang biasa, yang sudah terlanjur membiasakan diri, coba perlahan dikurangi kebiasaannya, walau sulit kebiasaan pasti bisa dibentuk bagi yang memiliki niat. post ini tidak ditujukan pada siapapun melainkan pada si penulis yang sudah melalaikan banyak kepercayaan orang lain dan ingin segera berbenah, membenahi apa saja yang sudah kubiasakan berantakan, semoga kita berhasil !
selamat berbenah, selamat hari Sabtu. semoga bermanfaat !

Kamis, 29 Agustus 2013

happy birthday best ! :)

entah bagaimana mengucapkannya, karena pun tanpa doaku pasti sudah banyak doa terkirim untukmu. Selamat ulang tahun sahabat lebih dari separuh usia, semoga kesehatan serta kebahagiaan selalu bersamamu. Jadilah arsitek yang terbaik bagi keluargamu, bagi lingkunganmu. bangunlah Indonesia melalui rancanganmu, bagiku bukan hal yang tidak mungkin untuk orang sepertimu membawa perubahan minimal bagi lingkungan sekitar. :)

selamat berumur kepala dua yaa, you aren't a teen-ager anymore :p I wish you could be maturer, less complaining about what happen in life and be more gratefull about everything :)

sudah berapa banyak waktu yang kita lalui dengan memperhatikan dari jauh, komunikasi yang tidak intens, namun tetap saja kamu menjadi orang yang pertama menanyakan kabarku ketika terdengar berita mengenai gempa di Padang beberapa minggu silam. terima kasih selalu mempedulikanku, hal sekecil itu selalu membuatku merasa bahagia dan bersyukur masih memiliki sahabat seperti kamu. jangan bosan menjadi teman seorang aik yang membosankan. Maaf atas ketidakhadiranku ketika mungkin kamu membutuhkan, maaf atas kehadiranku yang mungkin sempat mengganggumu. 

Seperti kue chiffon pandan gagal yang kuusahakan buat untuk ulang tahunmu hari ini, seperti itu pula usahaku membuatmu senang, sering gagal tapi bagaimanapun aku selalu berusaha hadir. terima kasih ki. terima kasih karena sudah daridulu ada, masih tetap ada, dan aku harap akan selalu ada berbagi mimpi dengan sahabat membosankanmu ini. hehe. I wish you all the best, I always do. :)


semoga tidak bosan setiap tahun aku cuma bisa nulis, karena memang ini hal yang aku bisa. hehe. tujuannya juga biar orang bisa ngaminin doa-doaku untuk kamu kok.

happy birthday ki, I love you :')

Minggu, 25 Agustus 2013

lovely Padang

Setelah bertahun-tahun nggak lebaran di kampung, setidaknya saya harus membawa oleh-oleh buat blog nih, minimal beberapa cerita hehe. :p

Dongeng Malin Kundang tentu bukan sebuah dongeng yang asing, seringkali Malin Kundang dijadikan contoh dongeng dalam pelajaran bahasa Indonesia. Lalu benarkah batu Malin Kundang yang dikutuk oleh ibunya tersebut masih ada?

Jadi ke sini lah kami untuk membuktikan, ke tempat di mana ‘katanya’ batu Malin yang bersujud meminta ampun ke ibunya ketika dikutuk, ya, Pantai Air Manis. Pantai Air Manis berada di ibu kota Sumatera Barat, yaitu Padang, untuk menuju ke sana kita harus melalui bukit dengan tanjakan dan turunan yang lumayan bikin ngeri, apalagi kemarin kami (read : aku dan Ridho Zulandra) menuju ke sana menggunakan motor bebek yang emang bukan untuk touring trek yang sejenis itu, jadilah perlu ngegas empot-empotan beberapa kali untuk melalui tiap tanjakan untuk naik ke atas. Pantai ini merupakan another pantai di balik bukit yang pernah kukunjungi selain Pantai Goa Cina (read : Pantai Goa Cina

Bagi saya kaki uda disapu ombak aja udah kaya obat, rileksnya bisa sampe ke saraf otak hahaha. walaupun tempatnya panas dan pasirnya pun ga sebagus pasir pantai lain yg teksturnya lebih halus, sementara di pantai ini pasirnya menyatu dengan air jadi lebih kaya tanah gitu mungkin ya. keunikan Pantai ini selain karena batu malin juga letaknya yang diapit beberapa bukit sehingga ketika ada ombak, ombak tersebut menabrak bukit-bukit di sekitar pantai sehingga air yang sampai di kaki kita pun dari berbagai arah, favorit banget deh bagiku. ini mungkin agak subjektif juga sih karena rasa cintanya sama kampung halaman juga, belum tentu bagi orang lain pantai air manis merupakan objek yang menarik, hanya saja saya ingin orang tahu bahwa di kampung saya ada Pantai bernilai sejarah, Pantai Air Manis. :)


dikelilingi bukit

sama batu malin

batu malin lebih dekat




tampak dari atas bukit
sori kualitas gambarnya mungkin dipengaruhi objek ya hehe (?).

Selain menuju Pantai Air Manis, kami juga mengitari kota Padang yang sebenernya kotanya ga gede-gede amat, tapi lumayanlah biar tau hehe. kami menuju sebuah museum yang bernama Aditya Warman. Museum ini berisi banyak informasi mengenai adat dan beberapa buku mengenai Minang. diiringi dengan lagu-lagu minang dan pemandangan yang apik dari jendela museum membuat rasa capek karena kepanasan keliling kota dan pantai pun hilang hehe, fyi Padang sama panasnya sama Surabaya, atau malah lebih ya? ._.

beberapa foto pendukung :

tampak depan


di dalem foto sekali aja sama baju adat Payakumbuh xD

dikarenakan cuma di Padang 3 hari 2 malam dan dihabiskan lebih banyak untuk silaturahmi cerita mengenai Padang pun cuma bisa disajikan sedikit hiks. ya karena kampung saya masih harus dilalui dengan travel 3 sampai 4 jam dari kota Padang yaitu di Payakumbuh !
enjoy reading, tunggu cerita lain mengenai Bukittinngi ya. hehe.


in every single semester

halo, setelah sekian lama jauh dari laptop dengan jangkauan internet, akhirnya tanganku bisa lagi ngetik di keyboard laptop buat dipos ke blog hehe.
ya, jadi hari ini adalah H-1 pengisian Formulir Rencana Studi (atau di kampus lain ada yang menyebut Kartu Rencana Studi) yang dilakukan secara serentak seantero ITS. 
Well. entah aku saja yang merasakan atau pun orang lain pernah merasakan, tapi di setiap awal dan akhir semester saya selalu merasa "kok aku bisa kuliah di sini ya?" terlebih ketika final project di akhir semester yang seringkali bikin aku ngerasa gak kuat secara mental. mungkin perasaan sejenis yang aku rasakan dikarenakan otak dan hatiku masih saja belum menerima secara keseluruhan kenyataan kalau kuliahku di sini, bukan, bukan tidak ikhlas, tapi di sini aku seperti kehilangan "passion" aku jadi lebih banyak melakukan semua ya ngikut aja, berbeda dengan aku ketika SMA yang kalau aku suka ya pasti aku cari tau dan gak mau kalah, nah sementara selama ini aku lebih selow dan gak begitu ambisius. burukkah itu? tentu saja orang memiliki pendapat yang berbeda mengenai sudut pandang mengenai perkuliahan. Ada mereka yang sudah menyusun rencana perkuliahan dengan sangat tertata, ada yang hanya mengikuti alur dan "nrimo" salah satunya ya saya. 
tapi sifat ini cukup membuat bingung ketika memasuki awal semester lima. Ya, Saya galau sekali mau ambil lab apa, mungkin di jurusan lain sebutannya bidang minat gitu ya? bagi saya pilihan ini menentukan tidak hanya untuk satu semester ke depan, namun sampai ke bidang kerja kelak. di mana saya harus memilih antara kemampuan atau kemauan. 
biasanya terdapat dua kemungkinan sebab ketika orang bingung, yang pertama : dia begitu serba mampu sehingga bingung pilih yang mana. atau, yang kedua bingung karena kemampuan di masing-masing bidang ya sedang-sedang aja atau bahkan minus. ya sayangnya saya harus mengakui kalau saya adalah bagian yang ke dua.
sempat saya berpikir bahwa mungkin saya cocok, dalam artian mampu di satu bidang minat, namun ketika nilai mata kuliah yang menunjang lab tersebut di semester-semester sebelumnya selalu tidak sesuai harapan, bahkan di bawah rata-rata teman-teman lain. sedih? jelas. hal yang saya kira saya mampu ternyata tidak diamini oleh dosen pengampu di mata kuliah penunjang lab tersebut.
sementara di pillihan lain, saya ingin memiliki kemampuan di bidang minat lain, ingin, tapi saya yakin kemampuan saya masih sangat kurang sehingga semangat saya ke sanapun juga masih setengah-setengah karena sepertinya fitrah manusia adalah mencari aman, di mana ia merasa mampu. begitulah yang terjadi pada saya.
sebetulnya ada tiga pilihan bidang minat di jurusan saya, namun biasanya orang lebih banyak bingung di antara dua pilihan, dan itu pula yang terjadi pada saya.
saya tahu bahwa nilai hanyalah representasi dosen terhadap kita namun buktinya sedikit banyak hal tersebut berpengaruh terhadap kepercayaan diri seorang mahasiswa. semoga saya dan mungkin beberapa orang yang sedang bingung dapat segera diberi pencerahan.
tulisan ini hanya curahan hati menyambut frs. maaf kalau terlihat berlebihan. namun tidak ada maksud lain selain curhat colongan, don't be too serious, orang boleh beda pendapat kan? ;)

thanks for reading ! :)

Jumat, 23 Agustus 2013

I miss everything

in this middle of the night, i feel so alone and lonely, I miss everyone. I miss my mom and grandma there in Payakumbuh, I miss my aunt and uncle and their 3little childern in Batam. I miss them and i just could imagine when i was there, I wish I could be anywhere but here, being their side.

sorry for the random post, i just feel.... sad


three cute dolls from alina, alifa, alika.kakak miss you so much :')

Senin, 29 Juli 2013

menuju kemenangan ?

Nggak kerasa Ramadhan sudah sampai ke 10 hari terakhir, iya artinya perjalanan kita tinggal sepertiga lagi menuju hari kemenangan. Tapi jangan lengah ya, justru pada 10 terakhir ini para pemenang akan diuji dengan  segenap godaan yang ada, misal godaan mempersiapkan hari Raya maupun mudik ke keluarga besar.

Do we really win? entahlah, bentuk dari kemenangan bagi tiap individu pun tentunya berbeda-beda. Masing-masing dari kita tentu mempunyai target yang ingin dicapai dalam Ramadhan taun ini.
Bagiku sendiri Ramadhan kali ini banyak perbedaan dari Ramadhan taun-taun sebelumnya, tentu saja faktor utamanya karena kali ini Alhamdulillah punya kesempatan pulang kampung ke ranah Minang dalam bulan suci Ramadhan hingga hari kemenangan tiba. Mungkin bagi sebagian besar keluarga lain, mudik merupakan hal yang biasa dan tidak istimewa karena telah menjadi rutinitas tahunan, atau sebagian lagi hidup satu lingkungan dengan keluarganya. Bagaimanapun hari raya memang tidak lengkap kalau tidak dihabiskan bersama keluarga besar.

Namun jangan sampai lengah ya di sepuluh hari terakhir ini, istilahnya mungkin ini bagian semifinal atau bahkan finalnya ya hehe ._. tetap semangat semuanya (ngomong sama diri sendiri) bagi yang mungkin udah hampir hopeless masih baru setengah quran tadarusnya T_T ya udahlah gapapa toh ibadah juga jangan dikebut-kebutin pas Ramadhan aja tapi 11 bulan lain malah loss, yang penting konsisten. tapi tetep diusahain mana tau bisa khatam di sepuluh hari terakhir, tetap semangat yaa. #ngomongsamakaca. hehe

well, walau lebih banyak buat diri sendiri tapi tetep aja kita harus saling mengingatkan sebagai umat manusia kan? ayo tinggal sepuluh hari lagi loh, relakah kesempatan pahala dan berkah berlipat ganda ini lewat begitu saja? Mari sama-sama kita jemput kemenangan, semoga kita semua menjadi orang-orang yang menang yaa. :D

Payakumbuh, 29 Juli 2013. 6:32 am

Minggu, 21 Juli 2013

Nastar !

Berawal dari Sella yang ngepost foto Nastar Kejunya di Facebook dan aku komen-komen, akhirnya Sella minta resep Nastar yang biasa Mama dan aku bikin pas lebaran, walaupun rasanya mungkin biasa aja, nastar mama bagiku nastar yang paling pas dan nggak ngeneg.in rasanya, dan punya pelanggan tersendiri (meski ga banyak) yang tiap taun nanyain "masih jual kue kering ga?". Tapi sayangnya emang tahun ini kita nggak sempet jual kue lebaran. :')

dan karena aku udah janji, walaupun janjinya pas sudah sampe di Padang karena lagi repot nggeser-nggeserin barang biar ga kena debu pertukangan --a gak ada salahnya kalau hutangku tak lunasi lebih cepat, soalnya kebetulan juga nemu catetan resepku pas jaman rajin nyatet. bisa dicoba, tapi benernya mama sama aku lebih sering pake perasaan kalo soal takaran #truestory.

Bahan :
200 gr Mentega
50 gr gula halus
1 butir kuning telur
350 gr terigu
2 sdm susu bubuk
1 bks vanili
25 gr keju parut

Selai nanas :
- Parutan nanas 1 kg, masak (panaskan di wajan) setelah agak kering masukkan gula dan beri kayu manis, peras 1sdm jeruk nipis.

Langkah Pembuatan :
Kocok gula halus dan mentega sampai lembut
Masukkan telor dan vanili hingga tercampur rata
Masukkan Keju parut dan tepung terigu (perlahan-lahan), uleni hingga adonan tercampur rata
Bulat-bulatkan dan isi selai di dalam adonan, ya kaya bentuknya nastar pada umumnya ^^

ini hasilnya kue mama sama ai hehe ^^

oiya, resep di atas porsinya untuk kira-kira untuk setoples 1 kg.an lebih dikit lah, jadi sesuaikan aja perbandingan bahannya sama kebutuhan ^^

Kalau secara bahan dan langkah-langkahnya keliatannya mudah ya, tapi bikin nastar ini kudu telaten ngadonin dan nyetak biar ukuran dan isi selainya sama. 

Oiya, setelah dibunder-bunderin jangan kelamaan terbuka di udara, kalau bisa langsung masukin oven jadi adonan gak kering dan nanti hasilnya ketika matang jadi pecah-pecah.

Sekian dulu dari ai malam ini, silahkan dicoba buat jajan lebaran, kalau mau beli juga boleh banget sih, tapi ya nggak tahun ini hehehe -_-v

Sabtu, 20 Juli 2013

berkah ramadhan


Memiliki Papa seorang Perwira yang ditempa dalam pendidikan militer yang begitu keras dan disiplin sudah membuatku terbiasa dalam suasana keluarga  yang mungkin tidak sehappy keluarga lain, it’s really happen. haha. Kolot, begitulah satu kata yang mungkin tepat untuk mendeskripsikan Papa.  Beliau menganggap memahami segala hal lebih dari orang lain, baginya pendapatnya yang paling benar dan tidak terima ketika tidak didengar, ya tipikal dosen killer gitu deh.

Berselisih paham dengan Papa sudah seperti makan nasi mungkin bagiku, haha durhaka ya, iya sih. Tapi ya rasakan sendiri lah menemui orang yang bisa dibilang fotokopi birumu dalam bentuk yang berumur lebih tua dan berlawanan jenis kelamin. Aku lebih banyak diam ketika di rumah ada Papa, daripada salah ngomong mending diam, begitu bagiku. Tapi kesannya malah jahat ya kayanya haha T_T. seringkali aku sampe terharu biru kalo nonton film yang menggambarkan hubungan ayah sama anak contohnya seperti Armageddon , sesenggukan banget jadinya. Atau ketika melihat anak lain bisa begitu akrab dengan ayahnya. Begitulah sedikit mengenai Papa.

Singkat cerita, sampai beberapa hari yang lalu rencana pulang kampungku tahun ini ke Payakumbuh, Sumatera Barat adalah perjalanan tunggal sampai ke tempat nenek dari mama berada. Sudah sering aku meminta mama untuk ikut serta pulang kampung menemui nenek yang sudah sangat rindu kami, namun memang keadaan rumah yang sedang direnovasi sebagian (karena atap sering bocor sampe menggenang air di dalem -_-) rasanya nggak mungkin untuk ditinggalkan, belum lagi banyak peliharaan burung yang harus dikasih makan beberapa kali sehari, mengecewakan. Bukan masalah aku tidak berani ke kampung sendirian, apa susahnya duduk di  pesawat lalu menyambung lewat travel, ya ndak masalah. Hanya saja, rasanya kurang afdol ketika berlebaran tanpa Mama, dan atau Papa. Belum lagi ketika nanti nenek yang notabene sudah berusia 80tahun-an bertanya mengapa Mama tidak turut serta, rasanya lebih banyak nggak teganya untuk menjawab, maklum terakhir kali Mama dan Aku ke sana adalah ketika liburan pertengahan kelas 3 SMA, dan bukan saat lebaran. Sedangkan  Idul Fitri terakhirku di sana adalah ketika kelas 5 SD. Bersyukurlah bagi yang bisa selalu pulang kampung menemui keluarga besar di Hari raya. :’)

Sampai kemarin siang Mama bercerita padaku ketika Bongsu (sebutan anak bungsu dalam keluarga di Minang), adik Mama di Batam menelpon dan bertanya dengan kagetnya
“Uni jadi ikut ke Padang ya sama ai?”
“Kato Sia?” Mama menjawab
“Mama” Bongsu menjawab di seberang telepon.
Mama bercerita sambil hampir meneteskan air mata, “kayanya nenek sudah bener-bener berharap Mama pulang deh ai, gimana ya, tapi mama juga sudah bulatkan tekad gak pulang buat nyelesaiin rumah ini, lagian juga belum dapet izin dari Papa”.
Aku Cuma terdiam, sambil mikir harus gimana, sedih juga sih, sampai nenek begitu berharapnya Mama pulang, apa dipindah nama aja ini tiket yang udah kebeli.
………………………….................................................................................................................

Beberapa jam kemudian Papa pulang kantor, ketika Mama menemani tetangga ke mana gitu aku lupa.
Sebenarnya, jujur saja, bicara sama Papa pilihan terakhir banget deh kalau nganggur di rumah haha astaghfirullah, tapi ya iseng-iseng aku cerita.

“Pa, masa nenek ngomong sama Bongsu kalau mama pulang sama ai loh. Kayanya nenek uda ngarep banget mama pulang lo pa, kasian ya”
“…………….” Papa diam, belum menyahuti.
“pulang lah pa, Papa juga ikut ya. Ndak akan habis uang kalau buat silaturahmi Pa, kita kan tahu Silaturahmi memperpanjang usia dan menambah rezeki, mana tau pulang-pulang dari sana papa dapet rezeki banyak, ai juga kuliahnya jadi lancar. Papa ingat kan ai pulang kemarin pas kelas 3 SMA, mungkin kalau ai gak pulang kampung dulu ai belum tentu lulus SNMPTN, itu juga berkat doa nenek lo Pa.  nenek pasti seneng dikunjungi anak cucunya jadi doanya juga manjur banget.”
Setelah lama terdiam….. “tapi papa libur Cuma seminggu nak, mama aja mungkin yang bisa ya?”
Aku seketika sumringah, memang belum ada kata persetujuan tapi itu kaya udah 80% boleh bagiku.
“Coba cari tiket buat Mama di tanggal yang sama kaya ai deh” papa melanjutkan.
“loh? Senin besok? Itu cepet banget lo pa, 3 hari lagi, papa sama siapa di sini? Ngurusin rumah sama peliharaan, gak usah bareng ai gapapa yang penting mama pulang. Akhir Juli gitu aja lo Pa.”
“udah Papa gak usah dipikirin, cek aja dulu tiketnya.”
Tiba-tiba mama datang masuk ke kamarku.
“Selamat Mama kita pulang bareng looooooo” aku menyahut begitu senang
Saking kagetnya Mama sampe ngeliatin Papa nanya kepastian.
“Iya udah, biar dicek dulu tiketnya sama ai” kata Papa mengkonfirmasi.
Itu singkat dialognya sih, aslinya mama juga keberatan kalau bareng sama aku, alasan kita berdua sama lah, ga tega kalau Papa harus sendirian, tapi ya namanya juga Papa, gak mau dikasianin deh, tenang semua beres kalau sama Papa. Hmm

Malam itu sambil ngecek tiket aku berulang kali nanya kepastian sama Papa sampe papa bosen kayanya ngomong nggak papa. Akhirnya aku nangis terharu, lebay, ya mungkin aja, tapi aku ngerasa Papa baik banget nget nget, beliau bukan orang yang mudah berubah hati dan pikirannya, sangat keras kepala, tak ayal hal tersebut tentu membuatku sangaaaaaaatttt terharu. aku nangis antara seneng mama akhirnya ikut dan gak tega ninggal Papa sendirian. Tapi aku percaya, Papa terlalu hebat untuk dikhawatirkan.

Dan Alhamdulillah juga hari ini mbak Su datang dari Probolinggo, jadi gak khawatir banget sama Papa, semoga mbak Su sabar aja ngehadepin Papa yah.
Bukan, bukan cerita soal kehidupanku di atas yang jadi sorotan, tapi coba resapi, ada banyak hal yang bisa jadi pelajaran bagi diriku sendiri.

Pertama, betapa pentingnya komunikasi. Coba sampai kemarin sore aku tidak iseng mengobrol dengan Papa dan bertahan dengan kemalasanku berbicara dengan Papa. Well, kemungkinan besar aku tetap pulang kampung sendiri.
Kedua, orang sekeras apapun ya, kalau diomongin baik-baik secara faktual dan dari hati ke hati, ndak mungkin ndak luluh, terlebih ketika itu adalah orang terdekatmu. Jangan dulu takut kepada seseorang bahkan ketika kamu belum mencoba berbicara dengannya.
Ketiga, di sinilah kita melihat peran Allah sebagai Maha Pemilik Hati, ya Dialah yang membolak-balikkan hati Manusia. Dan aku yakin Dia pula lah yang akan menjaga Papa dan Mbak Su selama kami pulang kampung.
Keempat, sekesel-keselnya kita sama seseorang, ayah, ibu, adik, kakak, atau teman sekalipun. Kita ndak akan pernah punya alasan untuk membenci, karena, ya pada hakikatnya memang manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai manusia, seorang makhluk social, tentu kita harus saling memaklumi dan melengkapi, lalu untuk apa kita saling membenci? Kita malah tidak bisa mendapatkan dan member manfaat antara satu sama lain.
Terakhir, mungkin ini bagian dari berkah Ramadhan yang Allah janjikan , ya inilah salah satu bentuknya, ini priceless banget buat aku. Alhamdulillah yaRabb :’)
Laa tahzan wa laa takhaf, Innallaha ma’anna. Janganlah engkau bersedih dan jangan kau takut, sesungguhnya Allah bersama kita.
Terima kasih sudah membaca.
Sorry for the long post, semoga bermanfaat. :)

Senin, 15 Juli 2013

jamaah nowadays


سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

“Luruskan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya meluruskan shaf termasuk kesempurnaan sholat”.
ayat tersebut tentu tidak asing di telinga kita, terlebih ketika bulan Ramadhan dimana begitu banyak jamaah sholat berjamaah terutama ketika sholat isya dan tarawih, namun sudahkah lurus dan rapat shaf sholat selama ini?

semakin hari bukannya semakin bersinggungan antar jari kelingking dengan jamaah di sebelah dan bersentuhan bahu, namun semakin menjauhnya sampai bisa diselipi minimal satu anak kecil di antara jamaah satu dengan yang lain, ini yang saya alami ketika berada di jamaah wanita, terutama ibu-ibu, seringkali beliau ketika didempet malah bergeser, bagi mereka lurus dan rapat shaf adalah cukup dengan bersebelahannya sajadah. tentu saja shaf yang dimaksud bukan sekedar sajadah, kan? miris melihat fenomena seperti ini, bukannya sok alim, tapi mengingat dosa udah keterlaluan banyaknya, sayang banget kalau solat jamaah pun jadi gak sempurna dapet pahalanya gegara hal-hal seperti ini.

sedangkan, di jamaah laki-laki sepengamatan saya sepertinya hal ini mungkin tidak begitu sering terjadi karena..... ya karena umumnya laki-laki jarang bawa sajadah sendiri yang ukurannya besar-besar seperti pada shaf perempuan, hmm. 

lalu harus bagaimana? entahlah, saya juga bukan alim ulama yang bisa menerka kira-kira bagaimana solusi dari permasalahan ini, mungkin tulisan ini lebih banyak ditujukan untuk curahan hati, silahkan komen jika berkenan, karena ini adalah suatu fenomena yang sering sekali terjadi di sekitar kita sampai sudah dianggap wajar. pathetic.


saya sih cuma bisa nempelin jamaah di sebelah, kalau yang satu gak mau mepet ya mau gimana lagi, kadang juga uda diingetin cuma senyum, berbaik sangka saja mungkin orangnya ndak denger atau kurang paham ajakan saya. hehe. 

jujur wawasan mengenai shaf yang benar baru saya mengerti ketika SMA jadi mungkin wajar ketika orang lain belum banyak memahami, semoga kita bisa menjadi bagian orang-orang yang membiasakan apa yang benar, bukan membenarkan apa yang sudah biasa (quoted by Mas Deno).

ya gitu aja deh hehe, kali ada yang mau komen mengkritisi, silahkan, dibaca aja uda seneng ;'3

Minggu, 14 Juli 2013

Memang hidup ga melulu tentang kamu kok.

teruntuk Sondang S L

yes, S L could stand for Stevany Loupatty atau selalu lebay :3

Harusnya, hidup ga melulu tentang kamu. - 14 Juli 2013



kali ini kutuliskan setulus hati, tanpa mengingat betapa kamu selalu mencoba terlihat menyenangkan dan poker face di hadapan kami.

aku tuliskan sebagai pengamat, sebagai seorang teman yang mungkin tidak lebih banyak tahu dibandingkan dengan teman dekatmu, bukan sebagai bentuk kesokakraban, tapi kepedulian ketika memang aku rasa diperlukan.

I tell you Son,
loving is not a sin, it's never be.
adalah sebuah kewajaran ketika mencapai umur dimana kita berada di titik begitu bergantung sama seseorang, in case lawan jenis, begitu tertarik dan like no other one, I do feel the same.
tapi ketika aku baca tweetmu di atas, sebagai follower twittermu, aku jadi ikut sedih seakan-akan dunia Sondang yang begitu luas hanya harus melulu tentang kamu. 
wake up son, bahkan sebelum kamu mengenal 'kamu' hidupmu baik-baik saja kan?
tentu sebelum ini kamu pernah menemui others 'kamu' yang sempat membuatmu berpikir hal yang sama, namun akhirnya juga kamu bisa kan berpindah dan melangkah.
bukan nasihat, percayalah ini hanya sebuah rangkaian kata yang mungkin lebih banyak aku tujukan kepada diri sendiri selain aku niatkan kepadamu, hanya saja, tidak penah menyenangkan bagiku melihat orang yang begitu menyenangkan sepertimu harus berputar pada satu inti.

majulah, bisa saja sekarang kalian bersimpangan jalan lalu ketika kamu maju terus menjalani hidupmu kalian akan dipertemukan lagi di persimpangan jalan yang lain, lalu apa yang kamu dapat ketika kamu berdiam di tempatmu sekarang? menekuri kemeluluan tentang 'kamu'? bisa saja kesempatan bertemu tidak datang lagi kan? 

mungkin aku tidak pernah tau ceritamu, tulisan ini hanya sebagai bentuk ketidakinginanku melihatmu harus begitu sering ngetweet galau hehe, you have friends son. :)
mungkin juga aku nggak menangkap perspektif kegalauanmu, ah biarlah, toh aku sedang ingin menulis, tidak perlu berpura-pura terima kasih kalau emang nggak nyambung, nanti aku makin malu =))

Smile, but never fake it. Hidup terlalu singkat untuk berpura-pura, tapi hidup juga terlalu singkat untuk berdiam pada suatu kondisi yang sama. berpindahlah ! :)

Pantai Goa Cina

kyaaa lama ndak nulis bikin rindu :3
jadii kali ini tulisannya ditujukan pada liburan dadakan pada tanggal 7 Juli 2013 kemarin, kenapa dadakan? ya karena emang sama sekali ga ada rencana ikutan, mungkin bener kata mas Sam, rencana Tuhan yang paling baik dah. haha jadi intinya bisa dibilang aku peserta terakhir dari rombongan kala itu yang terdiri dari Ayu, Amel, Aik, mas Sam, mas Son, dan mas Potet :3

rombongan yang digawangai mas Sam dari surabaya ke Pantai Goa Cina tersebut adalah perjalanan perdana yang bikin aku nggak tertidur sama sekali di jalan selama kurang lebih 5 jam, padahal jangankan yang sejauh itu, sidoarjo surabaya aja aku sering tidurnya di jalan haha. entah kenapa bisa ga ketiduran, kalo kata mas potet sih karena hawanya keluarga #eaa.

jangan tanya gimana arah ke sononya deh ya, setauku cuma itu di Malang Selatan, arah ke sendang biru, kalau lebih banyak yang tak ceritain malah makin nyasar kayanya.

Berhubung udah kepingin banget ngerasain ombak nyapu kaki, denger suaranya dari parkiran mobil aja udah girang banget. >_< 
kelebihan dari pantai Goa Cina ini yang jelas nggak begitu rame, bahkan kalau kita mau usaha jalan beberapa langkah ke lingkar pantai lain, bakal berasa kaya private beach, subhanallah banget :') 

Full Team :D

rada fail gapapa lah keliatan private beachnya

the girls
buat yang daerah Surabaya bosen liat pantai ria Kenjeran yang tenang ndak berombak bisa banget deh ke sini, baguuus banget tempatnya. pasirnya juga nyenengin banget. :D

ngobrolin soal kenapa namanya bisa Goa Cina? katanya sih kalo dari detik dot com, menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dulu gua di pantai ini pernah digunakan sebagai tempat bertapa oleh pendeta keturunan China. padahal Goanya gitu doang lo, aku kira panjang sambung menyambung gitu. hoho

oh ya jalanan ke Pantai ini juga butuh skill nyetir mobil yang tinggi nih, soalnya jalanannya bahaya banget gak ada penunjuk arah maupun lampu jalan, jadi pas pulangnya malem-malem harus hati-hati banget, tapi kalo udah main insting orang yang uda jago nyetir juga ga perlu pelan-pelan banget ya. intinya hati-hati deh karena jalannya naik turun bukit dan kita bisa aja dapet surprise dengan tikungan-tikungan tajam menuju ke sana.

tapi itu semua terbayar lah ngeliat pantainya :') 

gak cuma dapet pantai, pulang dari situ kita mampir makan malem di STMJ Ijen SOB Malang susu murninya enak bangetttt, apa emang karena hawanya dingin jadi semua kerasa enak ya haha. nah dari sini mas Sam digantiin sama mas Son yang pake kaos biru di foto itu hoho. sebelum balik ke Surabaya juga sempet ketambahan personil mas Samid, yang kala itu lagi casting FTV gitu katanya di Malang, yah jadilah semakin absurd perjalanan ke Alun-alun batu dengan playlist ipod Mas Sam yang diskip-skip melulu sama mas Samid sampai akhirnya mas Samid mengeluarkan banyak sabda mengenai analogi lagu dan perempuan #halah.

ya sekian deh ceritanya, maaf agak kacau dan kampung, jarang jalan-jalan, ya uda gitu aja. mana tau tertarik ke sana, recommended deh :3

Selasa, 02 Juli 2013

trust

a five letters in a word called trust.
trust is a firm belief in the reliability, truth, or ability of someone or something (Oxford dictionary)
can you just please trust me?

many people say that trust is just like a glass, once it's broken it won't be the same anymore. the only way to make it right again is buy a new glass. but this is even my first chance, have I broken your trust? I beg you to trust me, please.

I might not having an ability to make something perfect but I will do my best, just please give me a trust.

biar terlelap

bagian paling menakutkan dari tidur adalah ketidakpastian akan bangunnya kita di pagi hari, dan ketidakinginan kita mempercayai dan ketidakmampuan kita dalam memperbaiki hal buruk yang telah terlewat  sebelum kita memejamkan mata untuk tidur.

namun bagian yang harus selalu kita ketahui adalah, selalu ada hari baru untuk memperbaiki diri, untuk menjadikan keburukan di hari kemarin sebagai pelajaran sehingga dapat menghindarinya di kemudian hari, ya sesederhana itu asal kita benar-benar menerapkan, tidak akan ada lagi ketakutan ketika kita merebahkan badan yang bahkan hanya pinjaman ini.

seperti aku yang masih belum bisa menghindarkan diri dari ketakutan untuk mempercayai kejadian buruk sebelum aku tertidur.

lelapkan dirimu, berikanlah ia waktu yang cukup untuk beristirahat, jangan siksa apa yang bahkan bukan milikmu sendiri. jangan egois.

dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, dan Kami jadikan malam sebagai pakaian (QS An-Naba 9-10)

selamat tidur, jangan lupa baca doa ya :)


Sebelum Tidur Membaca Doa :
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ
bismikallahumma ahya wa amutu
Artinya :

Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati
Sesudah Bangun Tidur Membaca Doa :
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur
Artinya :

Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit

Sabtu, 29 Juni 2013

a late night chat

jadi malam ini, eh salah, jadi kemarin banyak hal yang bikin banyak berpikir dan memilih. sulit sekali memang, banyak masukan sana sini dan bukan hal yang mudah ketika harus memilih sesuatu yang sebenarnya bukan sebagai pilihan bagimu. bagaimana tidak? bahkan pilihan yang diajukan padamu adalah hal yang kamu sukai, bedanya yang satu terencana, dan yang satu begitu mendadak dan mengejutkan.

menyenangkan sekali ketika harus berbagi cerita dengan orang-orang yang lebih berpengalaman dan memiliki saran-saran yang bisa aku jadikan pertimbangan.
seorang teman berkata padaku, mengingatkan mengenai karakteristik amanah
"Ketika kita banyak amanah dan dipenuhi semua, ga akan ada yang muji, sudah sewajarnya amanah dipenuhi. Tapi ketika kita salah, akan banyak yang mempersalahkan. begitulah karakteristik amanah."
that was such a nice words yang bikin aku semakin hati-hati.

lalu, malamnya aku juga berbagi cerita da meminta saran ke tetua (*ampun) alias senior saya di kampus, dia jelas sudah makan asam garam tahun ketiga perkuliahan sebagai seorang ketua departemen dan sebagai elemen pengkader yang aktif haha.
dia meneruskan pesan dari kakak pembimbing pramukanya ketika SMP
"jangan melakukan sesuatu karena melihat target yg diatas, yang penting setiap tanggung jawab lakukan dengan semaksimal mungkin..hingga akhirnya tidak ada rasa penyesalan ketika km menyelesaikannya"
:)

apapun nanti jadinya, semoga kita merupakan orang-orang yang selalu belajar dan menjadi orang yang, kalau kata deny teman saya, tidak hanya mencapai batas kemampuannya namun memperluas batas kemampuannya.
"Khairunnas anfa'uhum linnaas" 
sebaik-baiknya manusia diantaramu adl yg paling banyak mamfaat bagi orang lain

bismillah, aku memegang sabda rasul ini, semoga bisa bermanfaat bagi orang lain :')

ketika kamu merasa seringkali usahamu tidak dihargai ataupun tidak mendapatkan balasan yang kamu harapkan, ingatlah bahwa bukan manusia yang membalas jerih payahmu, biar Allah yang membalas usahamu. jerih payah dan usahamu tidak akan mengkhianati, dan sekali lagi ingatlah Khairunnas anfa'uhum linnaas. :)

Rabu, 19 Juni 2013

Merantaulah

Biarkan hari terus berlari
Tetaplah menjadi manusia mulia, apapun yang terjadi
Janganlah galau dengan tiap kejadian sehari-hari
Karena tidak ada yang abadi, semua kan datang dan pergi
Jadilah pemberani melawan rasa takutmu sendiri
Karena lapang dan tulus adalah dirimu sejati
Janganlah pandang hina musuhmu
Karena jika ia menghinamu, itu ujian tersendiri bagimu
Takkan abadi segala suka serta lara
Takkan kekal segala sengsara serta sejahtera

Merantaulah. Gapailah setinggi-tingginya impianmu
Berpergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji,
serta meluaskan ilmu

diadaptasi dari baik syair-syair Imam Syafii (767-820 M)
dikutip dari novel Rantau 1 Muara

Man saara ala darbi washala



Judul Buku                 : Rantau 1 Muara
Penulis                       : A. Fuadi
Tebal                         : 407 halaman
Harga                        : 75.000
Cetakan pertama       : Mei 2013
            Setelah sukses dengan buku Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna, Penulis asal kampung Bayur ini melengkapi trilogi kisah apik kehidupan si Alif yang ia kemas dalam Rantau 1 Muara. Alif yang pada novel sebelumnya, Ranah 3 Warna, menjalani masa Mahasiswanya dengan pertukaran pelajar ke Kanada kini kembali ke Bandung untuk menyelesaikan pendidikan S1 Hubungan Internasionalnya di kampus Universitas Padjajaran, Bandung. Sekembalinya Alif ke tanah air segala hal tidak serta merta menjadi mudah bagi ia yang telah memasuki masa akhir perkuliahan S1.  
            Sembari menjadi pengisi artikel tetap di sebuah media yang menjadi penyokong hidupnya beserta amak dan adiknya di kampung, Alif menyelesaikan kuliahnya di masa krisis moneter. Awalnya Alif tidak kelimpungan mencari kerja seperti yang dialami oleh beberapa teman Alif, kepercayaan diri Alif yang besar karena telah mengelilingi separuh dunia serta tulisannya yang tersebar di Indonesia. Perusahaan mana yang tidak tergiur merekrutnya? sampai pada akhirnya efek krisis moneter menjelma menjadi monster yang melahap pekerjaan Alif sebagai pengisi sebuah artikel. Harga kertas yang naik menjadi alasan dibekukannya artikel rutin Alif. Seketika hidup Alif menjadi lebih sulit dari sebelumnya.
            Krisis moneter yang kala itu melanda negeri kita menyebabkan kesulitan bagi para pencari pekerja fresh graduated macam Alif dan kawan-kawannya. Belum lagi Randai, kawan lamanya di kampong yang selalu menjadi saingannya dalam mengukur kesuksesan yang sudah memanas-manasinya dengan memamerkan pekerjaannya. Bukan semakin ciut, Alif bahkan menerima tantangan Randai untuk saling mendului mengenyam pendidikan serta bekerja di benua Eropa atau Amerika. Bahkan pada saat ia menerima tantangan itu, dia sudah tertinggal langkah mengenai pekerjaan dengan Randai. Setelah penantian panjang Alif pun menerima sebuah angin segar dari Majalah Derap sebuah majalah skala nasional yang prestisius kala itu. Derap menjadi langkah resmi pertamanya dalam membangun konsistensinya sebagai seorang jurnalis, menulis adalah hal yang tidak pernah berhenti ia lakukan sedari nyantren di Pondok Madani.
            Di Derap pulalah ia menemukan wanita yang berhasil meluluhkan hatinya setelah sempat dipatahkan oleh Raisa yang lebih memilih Randai, ya perempuan itu adalah Dinara. Bermata indah, seorang anak ibu kota keturunan Minang dan memiliki wawasan luas semakin memesona Alif. Akan berhasilkah Alif mendapatkan Dinara? Atau akan sama dengan nasib surat untuk Raisa yang tidak pernah tersampaikan hingga akhirnya Randai menduluinya?
            Rantau 1 Muara mengajarkan pembacanya sebuah bentuk konsistensi dalam mencapai kesuksesan, sebuah mantra berbunyi Man saara ala darbi washala,  siapa yang berjalan di jalan-Nya akan sampai ke tujuan melengkapi dua mantra Man jadda wa jada serta Man shabara zhafira yang diajarkan pada dua seri pertama  trilogi Negeri 5 Menara. Bang Fuadi dengan rancak menggambarkan kegigihan Alif akan mengejar kesuksesan dan istiqomah dalam berusaha membuat siapapun terenyuh dan tergerak untuk meneladaninya.  Kesuksesannya menjadi jurnalis di benua seberang pun tidak serta merta membutakannya untuk kembali ke keluarga di tanah air, betapa banyak makna yang bisa dituai dari novel ini.

Bertualanglah sejauh mata memandang.
Mengayuhlah sejauh lautan terbentang.
Bergurulah sejauh alam terkembang.

Man jadda wajada
Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Man shabara Zhafira
Siapa yang bersabar akan beruntung.

Man saara ala darbi washala
Siapa yang berjalan di jalan-Nya akan sampai di tujuan.

puzzle


Hal tersulit dalam menulis adalah pemilihan kata, memastikan sudut pandang yang berbeda-beda bisa menginterpretasikan hal yang sama dengan penulis tanpa salah tafsir, meletakkan tanda baca agar sesuai intonasinya, dan sepertinya aku masih harus banyak belajar.

Beberapa menit saja ketika postingan di bawah saya publish saking sukanya sama blog saya temen saya ada yang komentar mengenai kesetujuannya akan isi blog saya, namun di sisi lain ada juga seorang teman saya yang mengomentari dengan no mention tweet yang bunyinya sangat tidak menyukai postingan saya. Entah saya yang salah menampilkan sudut pandang pada tulisan atau saya memang terlalu berlebihan. But really, saya ndak pernah kepikiran bahwa tulisan tersebut ditujukan untuk melebih-lebihkan keadaan sendirian itu. Bukan kesendiriannya intinya. Tapi pikiran-pikiran yang muncul saat sendirian itu. Sedih ketika kita memiliki sebuah pandangan namun dipandang dari sudut yang tidak pernah kita harapkan. Artinya memang masih harus banyak belajar, pekerjaan rumah lain, selain menjaga bicara ternyata tulisan saja sering disalah artikan.

Di saat yang sama teman saya yang mengomentari blog saya mengirimkan sebuah gambar yang sangat bagus analoginya, Life is a puzzle.


Memang benar dalam hidup kita menemukan potongan-potongan puzzle yang berbeda-beda, namun itu semua akan membentuk suatu tampilan yang indah ketika segala ketidakcocokan bisa disatukan dengan sebuah kata yang disebut memahami. Andai saja kita bisa saling memahami dan mau menilai dan merunut sesuatu secara detail lebih dahulu. Mengutip dari sebuah tweet seorang teman “perspektif itu luas, sangat luas. Maka jangan berpikir sempit, sangat sempit.”

Selasa, 18 Juni 2013

perjalanan hidup



Tunjungan Plaza
Selasa, 18 Juni 2013
16:23
Ditulis dengan kebuntuan, tentu dengan tujuan keluar dari kebuntuan itu sendiri.

Sore ini, aku dan motorku yang sudah kotor berdebu karena lama tidak dikendarai melakukan perjalanan ke sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Setelah sekian lama berkuliah di Surabaya, akhirnya aku bisa mengarahkan motorku ke tempat ini tanpa sekalipun nyasar seperti saat-saat pertama aku mencoba mengendarai motorku ke sini.

Bukan hanya sebuah perjalanan fisik, seringkali perjalanan yang aku lalui sendiri menjadi sebuah perjalanan batin. Alhasil, perjalanan absurd ini lagi-lagi membuatku banyak berpikir dan menghasilkan sebuah analogi mengenai kehidupan.

Ya, menurutku perjalananku ini bisa dianalogikan seperti perjalanan hidup. Setiap manusia tentunya dilahirkan sendirian (*bayi kembar sih masuk gak ya hehe) dan akan kembali ke bumi pun tanpa didampingi siapapun kecuali malaikat. Namun, bagian di antara hidup dan mati itulah kita berada sekarang. Seringkali, kita merasa takut sendirian dalam hidup. Seperti senja ini ketika aku melangkahi tiap meter dalam Mall ini tak berkawan, terlebih ketika harus melewati segerombolan laki-laki tak dikenal, tentu sebagai perempuan rasa takut ini akan muncul. Begitu pula hidup, memang tidak menyenangkan ketika kita harus menjalaninya sendiri. Tapi toh pada kenyataannya, kita tidak selalu bisa menemukan teman yang bisa menemani ketika semisal kita ingin pergi ke Mall. Adapun teman, terkadang seleranya tidak sesuai dengan selera kita. Tentu tidak semua orang yang berpergian ke sebuah pusat perbelanjaan ingin melakukan transaksi belanja. Ada saja beberapa orang yang hanya ingin duduk sambil menikmati frozen yoghurt seraya mengamati hilir mudik orang yang mengitari Mall. Ada juga yang hanya ingin mengelilingi toko buku untuk membaca sinopsis buku baru bahkan tanpa perlu membeli, dia sudah merasa senang. Ada saja.


Semua orang tentu memiliki perspektif dan tujuan masing-masing dalam menjalani kehidupan. Seperti itu pula kebutuhan kita dalam mendapatkan teman hidup, bukan hanya pasangan, namun sahabat yang. Mungkin sering terpikir oleh masing-masing dari kita memiliki seorang teman hidup yang bisa mengerti segala keinginan kita, satu selera dengan kita dan selalu ada. Padahal faktanya, hidup adalah sebuah timbal-balik, sebuah take and give. Rasanya tidak adil ketika kita ingin dipahami tanpa pernah mencoba memahami, atau ketika ingin selalu diutamakan padahal kita sendiri masih sering mengutamakan diri sendiri.

Hidup bagai sebuah perjalanan. Dengan teman, kita harus bisa memahami keinginan dan tujuannya dan mengungkapkan keinginan dan tujuan kita. Sendiri pun, kita harus bisa mencapai tujuan kita meski hanya mencari tempat duduk di sebuah outlet frozen yoghurt harga Medium ukuran Large (*kata mbak-mbaknya) yang tidak habis kau kecap. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah perjalanan tanpa kawan akan terasa kurang menyenangkan, terlebih ketika kita sudah terbiasa bersama.
Maka dari itu, kita perlu menemukan teman yang bisa memahami dan bisa dipahami untuk membantumu menghabiskan frozen yoghut yang telah kau bayar mahal untuk menggantikan kesedihanmu akan kesendirian.

Bangku hijau sour sally
17:16

nb: bahkan butuh waktu lama dan susunan kata yang berantakan untuk menuliskan pergolakan batin ini.
nnb : tulisan ini dibuat bukan sebagai bentuk kegalauan, semacam renungan(?) cuma analogi aja, don't be too serious, ini cuma blog, bukan Tugas Akhir :3


Sabtu, 15 Juni 2013

sudahkah kita?

It’s funny when we live in a century where everyone seems more serious about something that it’s not even their business and seems like forget about theirs.

Mungkin beberapa dari kalian tidak menyetujui kalimat saya di atas, tapi coba deh pikir baik-baik kebenarannya, sekarang manusia sibuk sekali dengan urusan orang lain. Tidak percaya? Coba amati berapa banyak manusia yang lebih banyak menjelajahi jejaring sosial untuk mengetahui kehidupan orang lain ketimbang menyebarkan kebaikan? Mereka sibuk mencari informasi mengenai kehidupan orang lain sebagai bahan pembicaraan dan bahasan bersama teman-teman dibandingkan dengan mencari informasi mengenai diri sendiri untuk memperbaiki diri, ironis? Ya lumayan. Tapi begitulah naluri manusia, lebih mudah mencari kesalahan orang lain ketimbang menemukan kesalahan diri sendiri lalu introspeksi diri. Peduli itu memang penting, tapi seringkali kita lebih mempedulikan hal-hal negatif dan mengungkapnya menjadi hal yang berlebihan dibandingkan dengan mengingatkan yang bersangkutan dan melupakan kesalahannya. Begitulah manusia.

Padahal Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Muslim itu saudara(nya) muslim. Ia tidak boleh mendzholiminya dan tidak boleh menyerahkannya ke tangan musuh. Barangsiapa yang berkenan memenuhi hajat kebutuhan saudaranya, maka Allah pasti memenuhi hajatnya. Barangsiapa melepaskan suatu kesulitan muslim, maka Allah akan melepaskan darinya salah satu kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.“
Begitu adil dan mudah bukan? :)

Saya tidak bilang bahwa saya sudah menjadi orang yang samasekali tidak membicarakan orang lain, justru post ini saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri, semoga kita termasuk orang-orang yang dilindungi Allah SWT. Aamiin yaRabbal alamiin :D