Minggu, 29 Juni 2014

Selamat datang, Ramadhan.

wah, cukup lama juga nggak mampir ke sini ya hehe. 
Selamat Malam dari Gg Pejambon III, namanya kaya masih di daerah Surabaya saja ya, padahal sudah sampai ke pusat Ibu kota, ring pertama pemerintahan negara Indonesia. :))

Well, selalu ada cerita yang ingin diungkapkan ketika menuliskan, salah satu cerita yang cukup membuat hari ini (Sabtu, 28 Juni 2014) menjadi "berkesan" menggerakkan tanganku untuk mengetik walaupun dalam keadaan ngantuk dan tethering yang nggak begitu lancar #nasibanakkos.

Bagiku, hari ini merupakan hari yang menyenangkan, berjalan-jalan bersama teman-teman Basilisk yang menjalani ibadah KP di region Jakarta dan sekitarnya ke Kota Tua sampai ke Kemang Village, itu jalur busway koridor 1 udah dari ujung ke ujung, tapi mau kemanapun kalo sama kalian sih aku seneng-seneng aja, makasih yaa, Basilisk for the good times :')

Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan di sini hehe.

Semuanya terasa menyenangkan kalau bareng temen-temen Basilisk, sampai tiba saatnya pulang.......
walaupun harus berdesak-desakan dan berdiri di busway pas pulang tadi, aku yakin ini gak separah temen-temen lain yang harus setiap pagi dan sore naik kendaraan umum dari rumah atau kosanya ke tempat magang, memang benar, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? mengingat aku cuma perlu jalan kaki 10-15 menit untuk sampai ke kantor Pertamina Pusat, Alhamdulillah. 

Jam sudah menunjukkan pukul 19.30 ketika kami para Pejamboners sampai di Istiqlal, masjid terbesar di Indonesia dan ketiga terbesar di dunia (menurut ketua Panitia kegiatan Ramadhan Istiqlal saat memberikan sambutan tadi, Imam sudah memimpin solat isya di rakaat pertama. Langkah kaki pun dipercepat nyaris berlarian agar sempat menyusul. Namun ternyata baru pertama kali aku menginjakkan kaki di Masjid ini, dan alhamdulillah sudah mendapatkan banyak "kesan". hahaha

Saya menulis ini, bukan untuk sok suci atau sok tau mengenai agama, saya pun masih banyak memiliki cela, tentunya, hanya saja ada hal-hal yang pasti tiap orang merasa ada yang salah, dan itu yang saya rasakan hari ini, bukan untuk menyatakan diri sebagai orang yang baik atau apalah kesannya, hanya ingin berbagi cerita saja.

Here we are....
Saking besar masjidnya dan banyaknya jamaah, tentu perlu adanya penitipan alas kaki bagi para jamaah, banyak dari jamaah yang hanya memasukkan alas kakinya ke dalam kantong plastik  lalu menaruhnya di sembarang tempat, okelah itu pilihan untuk percaya diri bahwa tidak akan hilang atau menggunakan fasilitas penitipan yang sudah tersedia. Namun ternyata, 2 dari 3 (atau 4 ya) tempat penitipan alas kaki tadi sudah penuh, astaga sudah lari-lari kaya apa tadi sampai akhirnya dapet kartu penitipan alas kaki.

Selanjutnya ini mungkin klimaks, inti cerita dan yang bikin hati ini paling nyut-nyutan hari ini. Yak, ketika mengambil air wudhu. Jadi, tadi aku berwudhu di salah satu tempat wudhu yang disediakan, tempat masuk wudhu perempuan dan laki-laki memang berdampingan namun tempat wudhu laki-laki agak lebih jauh masuk ke dalam dibandingkan tempat wudhu wanita. Tapi apa yang saya temui tadi benar-benar bikin saya tercengang dan bingung sendiri. Harus saya akui kalau saya memiliki kemampuan navigasi yang buruk, tapi jelas saya bisa membaca bahwa tempat yang saya masuki adalah tempat wudhu wanita.

Tempat wudhu ini terdiri dari 4 atau 5 spot lingkaran yang dikelilingi oleh kalau tidak salah 5 keran di masing-masingnya, namun sangat menyedihkan dan membingungkannya, 3 dari 4 spot itu terisi oleh jamaah LAKI-LAKI. Entah mungkin saya yang terlalu lelah atau sensitif tapi hal tadi benar-benar membuat saya bingung, ini saya yang salah masuk atau bagaimana? bagaimana bisa masjid sebesar ini tempat wudhu perempuan dan laki-laki bercampur, saya sampai sempat termenung beberapa saat melihat keadaan sekitar dan kembali membaca tulisan tempat wudhu wanita..... sampai akhirnya saya terdengar suara imam yang sudah memasuki rakaat ke empat :( akhirnya saya putuskan menggulung lengan baju saja, sampai akhirnya ada seseorang yang berteriak setengah membentak dari luar tempat wudhu wanita mengingatkan mereka yang entah itu laki-laki atau bukan kok bisa-bisanya masuk tempat wudhu wanita, untuk segera pindah tempat, tapi mereka tidak bergeming dan melanjutkan wudhu.... laki-laki macem apa itu, nggak menghargai perempuan sama sekali :( mungkin bagi beberapa orang itu bukan menjadi masalah yang besar, tapi bagi saya ini menandakan ada yang salah dengan orang-orang di sekitar kita, kenapa hal ini bisa terjadi? siapa yang memulai? siapa yang mereka contoh? Sama seperti kejadian kantong plastik yang bergelempangan di bawah tangga masjid, seperti yang saya katakan di awal memang pilihan untuk percaya diri dan yakin barang kita tidak akan hilang atau memanfaatkan fasilitas yang ada, tapi ketidakrapihan tadi benar-benar menggambarkan ketidakteraturan. Sangat disayangkan kejadian yang kurang menyenangkan di tempat wudhu tersebut.

Selanjutnya, ketika menuju ke tempat sholat satu lantai di atas tempat wudhu, terdapat tangga untuk menuju ke sana, namun lagi-lagi sayangnya tidak ada pembeda bagi jamaah laki-laki atau perempuan untuk menuju ke tempat sholat, apalagi di taraweh pertama dan di masjid utama seperti istiqlal banyak sekali jamaah yang berbondong-bondong ke sana, entahlah saya yang salah masuk pintu, atau sebenarnya ada pembeda tapi lagi-lagi tidak dituruti oleh orang-orangnya.

Yah bagaimanapun saya harus merelakan kehilangan jamaah sholat Isya di Istiqlal karena serangkaian kejadian di awal tadi, akhirnya saya munfarid sholat Isya di shof belakang, setelah selesai saya segera mencari shof yang seperti biasa sayangnya banyak yang bolong-bolong di shof depan :( Padahal lurus dan rapatnya shof adalah salah satu keabsahan sholat berjamaah :( bahkan ketika mulai taraweh tadi shof di depan saya ada anak kecil yang tertidur melintang, membuat shof menjadi terpisah sedih sekali, di shof saya pun juga longgar, tidak mengenai kelingking kaki satu sama lain, walaupun sudah merapatkan ke jamaah sebelah kiri saya, tapi terdapat jarak yang cukup longgar di antara dia dan jamaah di sebelahnya dan saya ke jamaah di kanan saya :'

Namun, segala hal yang membuat saya cukup badmood di awal tadi hilang seketika saat mendengan ketua Panitia serangkaian kegiatan Ramadhan di Istiqlal menyampaikan sambutannya, subhanallah, setiap harinya di bulan Ramadhan, masjid Istiqlal menyediakan 3000 makanan dan takjil serta mencari katering yang tidak mencari untung (mungkin maksudnya tidak terlalu banyak untung ya), bahkan di sepuluh hari terakhir pun panitia menyediakan 1000 kardus makanan untuk sahur, tidak hanya itu, serangkaian kegiatan lain seperti santunan anak yatim dan sunatan massal pun dilaksanakan, serangkaian kegiatan tersebut tahun lalu menghabiskan dana sebesar 2,5 milyar rupiah. jleb, saya langsung malu mendengar angka yang begitu besar disebutkan karena sebelumnya ketika ada kotak sumbangan lewat saya baru sadar kalau baru saja mengambil uang di atm dan tidak ada uang pecahan lain sepeser pun yang saya bawa, saya malu sekali, untuk mengeluarkan uang yang bahkan tidak sampai 0.000 sekian persennya uang yang Istiqlal butuhkan untuk menjalankan serangkaian kegiatan tersebut pun aku harus begitu lama berpikir...  Astaghfirullah. Padahal sungguh Allah akan membalas berkali-kali lipat niat baik dan sedekah kita.

Selain itu, imam yang memimpin sholat tarawih dan witir 11 rakaat tadi benar-benar memiliki bacaan yang fasih dan indah, rasanya kemarahan yang tadi sempat muncul benar-benar sirna dan serta merta haru yang masuk ke dalam diriku. Teringat mama yang biasanya kami bersama-sama mencari shaf yang rapat :') dan saat-saat berpuasa bersama keluarga, walaupun tidak ada hal yang luar biasa, namun bersama mereka tetap menjadi hal yang utama bagiku.

Yah, begitulah cerita mengenai Istiqlal dan kesan kesan yang harus dirasakan pertama kalinya hahaha. Semoga lain waktu tidak mengalami kesan buruk lagi. aamiin.

Well then, terakhir, sedih juga ya ternyata puasa hampir pasti sebulan nggak sama orang tua, tapi gapapa, ini ibadah dan niatnya juga untuk mama dan papa kok, bismillah. Tetap semangat beribadah yaa teman-teman :) yaah walaupun di kosanku yang puasa cuma aku dan satu orang lagi yang sedang pulang kampung sepertinya, nasib deh. haha. #curhatdikit

Makasih sudah bacaa, maaf kalau absurd, maklum ditulis dengan keadaan capek :)) semoga bermanfaat deg sedikit banyak :)

Selamat beribadah di bulan Ramadhan bagi yang menjalankan, dan tentu selamat liburan juga yaa ;)
Mohon maaf lahir batin sekalian yaaa :)


Minggu, 25 Mei 2014

my dearest, Ayu

Hi My friend, my team, my almost-same personality, lol.
Happy birthday to you, you're turning 21, it's clearly not a teen-ager anymore, you must be more mature. :)

You know, I still remember how we first met, you with your green softlense suddenly came to me and asked me a ride to Informatics because we're in the same class of Religion subject. You know, how I was feeling that time is like..... who is this girl, do I know her name? and whether her eye is green, it's awkward to see someone with a green eyes...... And I was just like, okay you could join me, and you were keep talking like we had known each other. lol. I am sorry, I know I am not good at making friends, and you might think that I am an awkward and stiff girl with no respond by your really long conversation :))
remember this pict? :))


Today, is your big day, you have a right to celebrate it, but it's wiser to you to evaluate yourself and prepare for years ahead. what I wish to you is, please don't be so easy to cry, I know I am easy to cry too, but I hate seeing someone crying and I can't help her, please just let me know if you have something to tell. well, though maybe I can't help you, but at least maybe you will feel easier...

you had a great way of doing something, fast and good enough, but you're easily to get panic too, don't you ever feel alone, please. you have people who love you, if you don't believe me, see how many people will tell their wish to you today, and how many candles and cakes or maybe gift you receive today. But you know, birthday is not those such thing, it's about we're getting old, and we have to behave like we are older, wiser, and more mature.

Happy birthday Ayu Nastiti, I might be not a good friends or one of your best team, but I promise I always be there if you need someone to talk, listening could be my best potential.


Your part of team, your friend, your favorite writer :p

Ariesty Rafika.

I wish you nothing but the best, happy birthday :)


Selasa, 20 Mei 2014

(just) another unlucky day

I know I had a lot tasks to do, but my mind constantly denying to concentrate in my task. I had a kind of bad day today, yeah I am not usually judging something, but I really feel so bad today. I lose a big chance today. something I've been waiting and dreaming since I was kid. Go to Japan. I know even I succeed applying my requirements on those program, I may still not succeed in next interview stage, but I feel worse when I failed something because I have lack of preparation, and it has already happened not only once in my life, it might show me that I am not kind of people that could organize well, but I am truly a people who's not afraid to try even in the most limited or almost impossible timing. 

I saw the publication of JST program from ITS IO website less than a week ago, but a week ago also kind of rough week to me, to be honest also depressing. I had a lot college tasks to do, because I had neglected them for another activity in a week before -preparing for Balistik- :).  So I fed up with my Master plan Final Project, proposal, dashboard and kind of other things, and I forgot about preparing the requirements for applying JST program, and I also think that I have already had every document needed. I reread carefully the requirements yesterday, and I shocked, how can I skip the recommendation letter and transcript in English part? So I quickly asked my lecturer help, Mrs. Mahendrawati to write my 1st recommendation letter, and she accept and could give me the letter the next day (which is today, and also the last day of submission). So I prepare everything in a hurry. I hate being in a hurry, even when doing a college task, I prefer doing it as fast as I can, so I won't be in a hurry, why could I be so careless for another thing that  maybe could give me more than just a college task like this? this is my first mistake. It is not my first time losing a kind of free-paid exchange, I was also late-knowing and being in a hurry that time.

Okay, Let's start with today's activity, so today I went to UPMS giving my proposal for B.Indonesia Course and present it to Mr. Marsudi, it takes a long time for each group, so that was out of the schedule. It's okay, I was so sure that I could submit the requirements before 04.00 pm. So I took my recommendation letter from Mrs. Mahendrawati in Plaza Dr. Angka and stopped a while to read it, I smiled, I felt and wondered  and afraid in the same time, do I as good as she write? or maybe I am just being happy in my head, the recommendation letter could be so general for her, but I felt so overwhelming reading how she appreciate me all these time. But vice versa, I also feel, I may not as good as she write, yet. I still have many flaws as a students or her assistant, I still need much of improvement.

So, then I go to Manarul because it was already Dhuhur. I ensure that my documents have been all prepared. I filled in the form racily. I go back to campus, because it was already 00.30 pm and I have a course schedule. By the time I get to the Laboratory (LPSI), I sat and wait for the assistant, but it turns out to nothing, the class is cancelled. And then I scan all the document in LPSI and transfer it to my flashdisk. I remembered I haven't signature the attendance of Bahasa Indonesia course, so I went to the adiministration office, as I presented in UPMS before. When  I went there, I met Levi that also preparing the requirement, he asked about how to get an english transcript from our department, so I stared to him and listen carefully, how stupid I am, I thought it's enough to attach the translated transcript without any confirmation from the bureaucracy. okay, I tried to be calm. I still have time for preparing the requirement, I asked Ms. Fian how can I get the translated transcript in English, she suggest us translating it by our self but with the letter number from the administration and signature of our Head of Department. Because it was not enough time to propose the English transcript to the vice rector. So I prepared it quickly and almost hopeless in the same time, I was really afraid if I couldn't submit before the due date. I felt so guilty to Mrs. Mahendrawati who has already written my 1st recommendation letter, and I really don't want to make her letter in vain. I kept telling myself that I could make it, I ran between the administration office and LPSI most of the day. Finally I got my legitimate English transcript with the sign of head of Information Systems in it at 03.30 pm. I go back to the LPSI and scan the transcript. Finally, all done ! by the 03.35 I reached the closest computer with an internet connection in LPSI and willing to send the email to Int Office. But well, maybe one bad thing is never enough. HOW COULD THE 3 out of 6 SCANNED DOCUMENT FILE IS BROKEN? I still want to try my best, I ran again toward my bag downstairs and take all the document needed and re-scanned it. I saw the time in the computer it shows me 03.45 I kept wishing that the scanning process could be fast. All the document has re-scanned at 03.54 pm in the  computer taskbar, I borrowed Rima's laptop to send the email, and my heart almost stopped beating see the time showed in her laptop, "Is it already 04.01 pm Rim? I asked to ensure that she didn't set her clock in advance. " She said yes, I almost crying by the time. I desperately tried to send the email though it's already 4 minutes late, and the email automatically rejected caused by the quota exceeded said the email. I exhale hardly. I felt so sad and angry to myself in the same time. I go home with my blurry vision, feel guilty and pathetic.

What is the point of my long-dramatic posting -if you thought so- I just can't forgive myself for being so unprepared for many things. I keep asking myself what keeps me busy all this time? Have I already miss-organized my activity or others, so I have to lose these kind of chance? I am so sad, feel so pathetic of myself. I wonder Am I doing the right all of this time? until I had no time for my own self, preparing something bigger.... or I just a messy, lazy girl that desperately try to be an active people, ignore skipping class and task but have no time to prepare this kind of requirements that I have eligible, not by the due date time?

Forgive me, Mrs Mahendrawati for not using your great recommendation letter for this program, I will find another chance, that could be as good as this one, and I will prepare it in advance, won't do these things anymore and I won't let your help be useless. And trust me, I will try my best to be as good as your appreciation in the recommendation letter, thanks for all those positive perception of myself. :')

P.S : I checked my flashdisk again before I post this, to look the scanned document, and it's all broken again, is it possible that my flashdisk is the main problem? why could these happen?

well, maybe it's just another unlucky day for me, the next day and future must be brighter than today.