Senin, 29 Desember 2014

Gone Girl: A mindblowing and surprising plot.

Wow, it’s been so long since my last post on my blog. Every time I feel like I want to post or write something it only goes as far as an intention (same as my intention to write thesis proposal.#eh), well, at least it is a good intention right? Lol. So here I am, going back from cinema and my dinner and the rain is still falling down but I choose to sit here at LPSI, don’t want to put off my intention to write some posts here.  I wish it would worth your time to read this post.

So this week and a week ahead is a final exam for Information Systems students at ITS and generally and actually I should be studying or doing my proposal, instead of watching movies. But back then still I watched two movies today, Gone Girl and P.K. One of my friend, Rima, told me to tell her my impression about Gone Girl soon when I finished watching that movie she copied and told me to watch. And I can help writing any post about those two movies I recently watched because it is beyond good dude. Each of the film left some moral messages to me. I might be not a good movie reviewer and the reviewer of these two movies have been written by many people. So I might only write what I feel after watching these two movies. So for this post I will write a review for Gone Girl.

Got 8.3 points at IMDB rating is suitable enough to describe how amazing this movie is. I know IMDB rating may be subjective but getting that point for the average people’s sight could describe how this movie succeed to win people heart. Directed by David Fincher and written by duo Flynn also starred by so many big stars like Ben Affleck, Rosamund Pike, and Neil Patrick Harris, this movie has blown my mind for a moment.

Have you ever imagined how your life would be after marriage? The person you have known for some time might be so much different after you and him/her living together. Could you imagine that your spouse might turn out to be someone real different? And realizing that you should spend the rest of your life with him/her. 

At their 5th anniversary of marriage, Amy Dunne has prepared a special gift to her husband. Instead of finding his wife and her gift, Nick lost his wife exactly on their anniversary.  Detective and cops have to do an investigation to their house and interview Nick for some personal stuffs about their marriage life. After many investigation processes, the missing wife case suspicion directed to Nick, her own husband. It even turns out to be murder case.

Thrilled by the evidences that he never realized and the incrimination of people around him, he hire a lawyer and many truths revealed about their marriage life. Nick turned out to have an affair with his teenage student and not enjoyed his marriage life. Losing job, money and his mom passed away made their marriage life getting worse and worse. So, at their 5th Anniversary. Amy intended to give him special gift, a treasure that he has to find after solving some clues. But unfortunately she went missing and her husband is suspected to be her killer.

You should watch this film to know that everyone could change and how important to be honest to our partner and how marriage life could be. There is no ideal condition but I believe we could make an ideal condition itself. You don’t want to marry someone that only pretend to be good, right?

Nick Dunne: Yes, I loved you and then all we did was resent each other, try to control each other. We caused each other pain. 

Amy Dunne: That's marriage. 

ps: I am eager to read the novel, anyone please? :(

Senin, 18 Agustus 2014

current mood : touch and go

Hai, kayanya udah lama gak produktif ngeblog haha, walau ngga jelas juga siapa yang berbaik hati mbaca tulisan gak jelas ala ala curhat di blog ini :)) 
Dua hari ini perasaan udah kaya diombang-ambing gara-gara hal yang sudah direncanakan dari lama mendadak gabisa hahaha. Gitu deh kalau mempersiapkan sesuatu saking antusiasnya, kita bisa lupa hal yang sangat krusial, mungkin juga emang lebih baik di rumah aja liburan, udah 1,5 bulan ninggal rumah, masa pergi lagi. ya mungkin sih, aku mah ngehibur diri sendiri aja. haha.

I'm crying like a baby, selfish, ya bisa dibilang begitu deh. Selama ini aku merasa sebel karena anak tunggal selalu dikaitkan dengan manja lah semua diturutin lah. haha kzl. padahal nih, untuk minta dibolehin liburan yang udah aku rencanain dan ga jadi itu, aku harus hemat-hemat banget kumpulin sendiri. haha. 
A bit, selfish yah, di saat orang lain mungkin bingung bayar SPP aku malah nangis karena gabisa liburan? payah ! 
Mau ngeluhin jarang bgt liburan keluar juga kok kayanya keterlaluan, plis lo ik, orang lain ada yang bingung ngeluarin uang buat hidup sehari-hari dan kamu di sini sakit hati karena ga bisa liburan? kebacute. haha

tapi kalau aku boleh sebentar aja berdalih dan menumpahkan kekesalan dalam tulisan, cause yes writing boost my mood. Selama KP di Jakarta aku udah ngehemat-hemat biar bisa nyisihin uang, lebih sering bikin sendiri makanan buat sahur maupun buka biar lebih hemat. haha. Sering banget juga di Jakarta gigit jari liat temen-temen bisa belanja dengan tas belanjaan banyak di tangannya. Sampe dengan keterlaluannya aku nanya ke Mama "Ma, kapan ya Ai bisa belanja kaya gitu, tanpa mikirin uang?" orang tua mana yang gak sedih denger anaknya ngomong gitu, keterlaluan banget. Then she hugged me and said "Mangkanya, Ai belajar yang rajin ya, jadi orang sukses biar bisa menuhin kebutuhan dan keinginan Ai sendiri" :'(

Jadi setelah aku bisa berpikir jernih setelah dua malam ini penuh emosi haha alay, tapi emang begitu lah rasa keselnya. I feel like, ya mungkin uang yang udah aku siapin buat liburan disimpen dulu buat beli sesuatu yang lebih bermanfaat, terutama buat Mama. :')

Omong-omong soal sks yang sisa 23 di semester depan (yang seharusnya 19 sebelum ekivalensi), aku sekarang menjadi salah satu orang yang masuk fase galau haha. To be honest, aku ga pernah ada rencana lulus 3,5 tahun. for real. ngambil sks banyak sebelumnya biar ringan di semester 8. Tapi emang sepertinya aku butuh lulus cepet karena..... ya gitu masalah ekonomi lah. Ya sudah, minta doanya aja biar segera diberi petunjuk dan kejelasan hati itu 23 sks mau diambil semua apa disisain 6. Semoga kita semua sukses yah.

Anyway, sorry kalo alay dan ga penting postnya. Mungkin bagi yang baca ada yang kesinggung aku mohon maaf, yang lebih beruntung mungkin gabisa ngerasain nahan selera buat sesuatu, yang lebih kurang beruntung juga maaf banget karena aku malah sedih berlebihan untuk hal kecil kaya gini. hehe. thanks for reading yah.

Dan satu lagi, tips kalo lagi bete nuwemeeennn emang yang paling bener itu melakukan hobi hehe, tapi jangan yang bikin stres, misal hobinya belanja, padahal ga punya uik, tambah stress dek hahaha. So, aku bisa nulis sepanjang ini karena emang ada yang mengganjal di hati dan ini hobiku, dan satu lagi yang bisa bikin mood agak naik, nanyi. haha this song currently resound in my head, coba cari di youtube deh Magic-Rude hehe. musiknya naikin mood. 

Selasa, 15 Juli 2014

Late Father's Day

Sebenernya ini tulisan niatnya sih ditampilin di halaman deteksi jawa pos wkwk, tapi ga terpilih, yaudah gapapa, daripada sayang kesimpen di laptop aja...

Dearest, Papa


Kita jarang bertukar cerita, Papa lebih banyak mencari tahu kabarku dari Mama. Bahkan ketika harus menuliskan tentangnya, aku kesulitan menentukan diksi, sulit untuk menentukan alur agar pesan ini sampai dengan baik kepadanya, kepada seseorang yang bersedia bekerja dan belajar siang malam untuk masa depan keluarganya. Kepada seseorang yang telah menjadi teladan bagiku.
Memang, tidak mudah dan tidak begitu menyenangkan menjadi anak dari seseorang berlatar belakang militer. Tapi dari beliau pula aku melihat bahwa pendidikan merupakan hal yang bersifat elementer. Papa adalah orang yang sangat pintar, bahkan mungkin karena terlalu pintar, seringkali orang-orang di sekitarnya tidak bisa memahami dengan baik maksud pemikirannya. Sudah mendapatkan pekerjaan yang mencukupi kebutuhan keluarga tidak membuatnya berhenti belajar, beliau bersedia kuliah mulai dari S1 bersama orang-orang dengan rentang usia yang cukup jauh darinya, hingga sekarang sedang menjalani studi S3. Papa menunjukkan padaku bahwa tidak ada kata cukup untuk belajar.
Dahulu seringkali hati ini sakit menghadapi kerasnya karakter Papa, lelah dengan target yang beliau tentukan, bahkan ketika aku sudah mencapai target, beliau jarang memberi pujian ataupun hadiah seperti yang Papa lain lakukan pada anaknya. Hal seperti ini membuat aku menjadi orang yang tidak mudah puas, aku selalu berusaha keras untuk mendapatkan pujian dari Papa.
Sekarang, Papa sudah tidak muda lagi, ambisinya yang begitu besar sebelumnya tidak lagi menjadi hal yang utama baginya, beliau sering berterima kasih pada seberapapun pencapaian yang sudah aku raih, baginya kebahagiaan dan kebutuhanku adalah hal yang utama. Terima kasih Pa, untuk bentuk apresiasi yang Papa berikan.
Pa, kita mungkin sering berselisih jalan, berbeda pendapat, bahkan bersitegang. Maafin Ai, karena kadang terlalu sulit bagi Ai mengikuti segala arahan Papa. Mungkin karena kita memiliki karakter yang terlalu sama sehingga sulit bagi kita mengalah satu sama lain. Papa adalah cetak biru karakter yang Ai miliki sekarang, adalah hal yang mustahil jika Ai tidak menyayangi Papa sebesar Papa menyayangi Ai.

Maafin Ai, karena terkadang tidak memahami kesulitan dan kerja keras yang sudah Papa lalui untuk mempersiapkan masa depan Ai. Terima kasih Pa, karena telah menjadi teladan yang baik, menjadi motivasi bagi Ai untuk tidak mudah menyerah, dan untuk tetap memberi arahan walau sering pula Ai abaikan. Selamat hari Ayah, Pa. Papa mungkin bukan Papa terhebat di dunia, bukan Papa terideal bagi setiap anak di dunia. Tapi, Papa adalah Papa yang tepat bagi anak dengan karakter seperti Ai. Terima kasih Pa, tetap sabar menghadapi Ai dan Mama ya Pa. Tunggu saja, sebentar lagi Ai pasti jadi orang sukses dan memberikan hidup yang lebih nyaman bagi Papa dan Mama.